mencintaimu,diwaktu yang salah





Terkadang cinta datang pada waktu yang salah. Hingga salah satu hati bahkan beberapa hati harus mengalah perasaannya dalam waktu yang bersamaan. Seperti hal nya aku dan kamu,harus mengalami fase dimana fase meninggalkan atau di tinggalkan entah alasan apapun itu.  Aku tahu dengan keadaan ini tetapi membingungkan juga bahkan tidak dapat memahami secara mendalam. Kita saling menginginkan tapi takdirlah yang tidak meridhainya. Takdir tidak berpihak pada kita, sehingga perpisahanlah yang kita dapatkan. sekuat-kuatnya kita berjuang,sesabar-sabarnya kita menunggu jika kita memang bukan untuk masa depan maka akhir katanya ialah; mengikhlaskan. Terkadang sayang juga artinya merelakan. Mungkin benar,pertemuan kita hanya sementara tidak selamanya. Mungkin juga Tuhan menyelamatkan kita dari orang yang " belum tepat", tapi percayalah jika kita memang jodoh tuhan akan mempertemukan kita kembali walau awalnya dipisahkan.

 Sungguh,mencintaimu itu menyenangkan walaupun harus ada luka yang belum kulupakan yaitu luka ketika kamu pergi secara mendadak yang tidak diduga dan entah sekarang bagaimana kabarmu? Saat kamu pergi,aku juga tidak bisa menahan kamu. Katamu juga, " Mungkin ini yang terbaik buat kita " aku juga harus menerima pernyataan itu. Ya benar, kita mencintai diwaktu yang tidak tepat sehingga ada pihak yang tersakiti juga kita harus mengalah satu sama lain. Tetapi kita juga harus mengambil pembelajaran,karena dengan mengalah perasaan bukan berarti kalah. Disini aku juga tidak menyalahkan siapa-siapa bahkan rasa sama sekali tidak salah hanya saja waktu datang tidak tepat.
Meskipun kita bertemu diwaktu yang salah, namun pertemuan kita jauh dari kata sia-sia. Karena dengan bersamamu menyenangkan sebelum menjadi sebuah kenangan.

 Terkadang aku juga berpikir kenapa harus kamu yang membuat aku jatuh cinta? kenapa harus ada rasa kepada kamu? kenapa pertemanan kita harus melibatkan dengan perasaan? Jika saja kita bisa memendam atau menahan perasaan ini pasti tidak akan ada pihak yang tersakiti. seharusnya kita sadar masih ada " Dia ". Biarlah yang sudah terjadi kita juga tidak bisa mengubahnya karena masa lalu bukan untuk diubah tetapi belajar didalamnya. Mencintaimu lah mengajarkanku apa artinya menghargai perasaan.
 Memang sudah begini kita memang ditakdirkan untuk berteman melainkan bersama. Perihal tentang rasa luka, sudah biarkan saja biar aku yang merasakannya dan biar kubunuh perasaan ini untukmu.
Teruntuk kamu ataupun kalian yang sedang membaca tulisan ini,aku hanya ingin mengatakan terkadang yang kita harapkan tidak akan selalu sesuai dengan kenyataannya. Semesta selalu menyimpan misteri ,kejutan yang kita tidak ketahui. Pertemuan dengan seseorang pun juga tidak akan pernah kita duga. Setidaknya saat ini,kita masih bisa mencintai dalam diam dan mencintai dalam do'a,meskipun tidak bersatu.

Teruntuk kamu,walau sudah tidak ada memiliki hubungan lagi, kamu masih teman terbaikku. Seperti saat kita awal bertemu. Terimakasih juga,karena sudah menjadi salah satu hal terbaik dihidupku.

kamu,teman baikku.

Komentar

Posting Komentar